Apa Itu Solana?
Solana adalah blockchain publik yang dirancang untuk pembayaran digital, trading aset, dan aplikasi terdesentralisasi. Desainnya berkapasitas tinggi sehingga mampu melayani banyak pengguna dan aplikasi sekaligus.
Aset native jaringannya adalah SOL, yang digunakan untuk membayar biaya jaringan, melakukan staking, dan mengakses aplikasi ekosistemnya.
Bagaimana Solana Bermula?
Gagasan Solana dicetuskan Anatoly Yakovenko pada tahun 2017, lalu dikembangkan bersama timnya, dan ekosistem mainnet-nya mulai terbentuk secara bertahap sejak tahun 2020.
Panduan ini menjelaskan konsep dasar Apa itu Solana, teknologi yang digunakan, dan kegunaan umumnya dalam ekosistem aset digital.
Kenapa Solana Bisa Memproses Transaksi dengan Cepat?
Solana memakai mekanisme seperti Proof of History agar jaringan sepakat mengenai urutan kejadian, serta memproses transaksi secara paralel sehingga antrean antar transaksi berkurang.
Karakteristik dapat berbeda menurut jaringan, aset, dan aturan setempat. Periksa informasi resmi, biaya, dan persyaratan keamanan sebelum bertindak.
Bagaimana Program On-Chain Bekerja?
Di Solana, logika aplikasi yang di-deploy ke blockchain biasa disebut "program". Program-program ini mengelola aset, memeriksa kondisi, dan mengeksekusi transaksi sesuai aturan yang sudah ditulis sebelumnya.
Apa Fungsi SOL di Jaringannya?
SOL adalah aset kripto native jaringan Solana. SOL dipakai untuk membayar biaya transaksi, mengikuti staking jaringan, serta digunakan dalam sebagian transaksi dan aplikasi ekosistemnya.
Aplikasi Apa Saja yang Berjalan di Solana?
Ekosistem Solana mencakup trading aset digital, stablecoin, lending, layanan likuiditas, game on-chain, dan koleksi digital.
Apa Bedanya Solana dan Ethereum?
Solana dan Ethereum sama-sama mendukung smart contract dan aplikasi terdesentralisasi, tetapi memakai arsitektur teknologi yang berbeda.
Kedua blockchain ini punya ciri khasnya masing-masing dari sisi tools pengembangan, model node, struktur biaya, dan arah ekosistemnya.